Apa Itu Posesif ? Pengertian dan Penjelasannya

Apa Itu Posesif ? Pengertian dan Penjelasannya

apa itu posesif
Istilah posesif sering kita dengar di dalam percakapan, artikel atau pun dalam hal lainnya. Kata posesif sering kali dikonotasikan menjadi suatu yang negatif karena mengacu pada pengekangan di dalam sebuah hubungan. Lalu apa sebenarnya arti dari kata posesif tersebut ? Simak pembahasan terkait apa itu posesif berikut ini.

Apa Itu Posesif ?


Secara sederhana posesif merupakan suatu sifat atau karakter seseorang yang merasa memiliki atau merasa menjadi pemilik.

Menurut Wikipedia English, posesif memiliki arti yang merujuk pada suatu hubungan kepemilikian dalam arti luas. Kata/frasa yang menunjukan posesif biasanya diiringi dengan kata ganti orang; saya, anda, dan Nya.

Contoh
  • Terdapat kata benda : Mobil saya, saudara laki-laki anda, atasan-Nya.
  • Tanpa kata benda : Mobil itu miliku, aku lebih suka milikmu, motor ini milik-Nya.
Di Indonesia sendiri kata posesif sering kali ditujukan kepada orang yang terlalu mengekang dan membatasi pasangannya. Hal ini bisa dilakukan oleh laki-laki atau pun perempuan. Biasanya sikap yang posesif dapat membuat pasangan menjadi tidak nyaman sehingga hubungan menjadi tidak sehat.

Seseorang yang posesif atau mengekang pasangan pada dasarnya takut untuk kehilangan pasangannya tersebut, namun mengekspresikan dengan cara yang salah. Kerap kali sikap yang posesif tersebut dapat merugikan pasangannya. Berikut ini adalah tanda-tanda pasangan yang posesif.

1. Mengekang dan Mengontrol

Mungkin inilah dasar dari sikap posesif yang dimiliki seseorang. Perilaku mengekang dan mengontrol merupakan ciri utama posesif. Dalam hal ini mereka akan mengontro apa saja yang berkaitan dengan pasangannya mulai dari pertemanan, keuangan, bahkan dalam penampilan fisik pasangannya.

2. Tidak Menghargai Pasangan

Sikap posesif diawali dengan membatasi ruang gerak pasangan yang pada akhirnya merembet ke berbagai hal dan memiliki macam dampak. Biasanya seseorang yang posesif cenderung tidak menghargai pasangannya, baik itu dalam pendapat, keputusan karir, pembicaraan dan dalam hal lainnya. Sebaliknya, seorang yang posesif ingin selalu dihargai.

3. Emosi yang Tidak Stabil

Emosi seseorang yang terlalu posesif biasanya mudah terpancing bahkan oleh hal-hal remeh sekalipun. Mereka cenderung membesar-besarkan masalah yang sebenarnya kecil dan bisa diselesaikan dengan cepat.

4. Cemburu Berlebihan

Cemburu kepada siapapun yang dekat dengan pasangannya. Seorang yang posesif biasanya akan mudah cemburu dan selalu mencurigai pasangannya. Mereka selalu menginginkan jika pasangannya tersebut menghabiskan waktu lebih banyak dengannya dibandingkan dengan orang lain. Jika tidak, maka orang yang posesif akan menuduh yang tidak-tidak kepada pasangannya.

Dampak Sikap Posesif Terhadap Hubungan


1. Pertengkaran

Sikap posesif kepada pasangan tidak jarang menimbulkan perselisihan bahkan memicu pertengkaran yang tidak jarang dapat terjadi kontak fisik. Sebuah pertengkaran akan sering terjadi ketika salah satu dari pasangan memiliki sikap posesif berlebih kepada pasangannya.

2. Tertekan / Depresi

Posesif sedikit banyak akan membuat pasangan merasa dikekang, dibatasi dan pada akhirnya merasa tertekan bahkan depresi dengan hubungan yang ada.

3. Perpisahan

Perpisahan mungkin menjadi jalan terakhir dan terbaik ketika seseorang tidak tahan terhadap sikap posesif yang dimiliki oleh pasangannya dan pada akhirnya harus mengambil tindakan terakhir dengan mengakhiri suatu hubungan.

Baca Juga : Apa Itu Japri ?

Demikian pembahasan terkait apa itu posesif dan beberapa bahasan pendukungnya. Pada dasarnya sikap posesif di dalam setiap hubungan memiliki dampak yang berbeda-beda. Sikap posesif dengan memiliki alasan dan tujuan yang jelas mungkin akan berdampak baik bagi setiap hubungan, namun jika sikap posesif karena ingin mengontrol pasangan jelas akan memiliki dampak negatif, karena pasangan akan merasa dikekang jika diperlakukan demikian.

Image : youtube,com
Disqus
Komentar via Disqus