Apa Itu Tendensius: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

apa itu tendensius

Dalam era informasi yang berkembang pesat seperti sekarang, istilah “tendensius” seringkali muncul dalam konteks media, berita, dan bahkan diskusi sehari-hari. Lalu, sudahkah kita mengetahui apa itu arti dari tendensius?

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang arti dan makna tendensius, mengidentifikasi ciri-ciri, serta beberapa contohnya. Mari kita simak penjelasan tentang artinya tendensius berikut ini.

Apa Itu Tendensius?

Dikutip dari KBBI arti tendensius adalah bersifat berpihak, suka menyusahkan (melawan), rewel.

Tendensius adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan informasi atau penyajian berita yang cenderung memihak atau memberikan sudut pandang tertentu tanpa objektivitas yang cukup.

Dalam konteks media dan jurnalisme, tendensius dapat mengacu pada penyampaian berita atau laporan yang tidak netral, bias, atau disusun sedemikian rupa sehingga memengaruhi persepsi pembaca atau pemirsa.

Dalam penggunaan sehari-hari, tendensius juga dapat merujuk pada komentar atau pandangan yang dipengaruhi oleh keyakinan, preferensi, atau tujuan tertentu. Sehingga mengabaikan kenyataan atau data yang mungkin bertentangan dengan pandangan tersebut.

Baca juga: Apa Itu Kewalahan? Pengertian, Penyebab, dan Contohnya

Ciri-ciri Tendensius

Tendensius dapat diidentifikasi melalui beberapa ciri-ciri khusus, antara lain:

1. Bias Subjektif

Tendensius sering kali mencerminkan pandangan subjektif penulis atau pelapor, bukannya berpegang pada fakta atau bukti yang objektif.

2. Selektivitas Informasi

Penyebaran informasi yang cenderung memilih data atau fakta tertentu yang mendukung sudut pandang yang diinginkan, sementara mengabaikan yang lain.

3. Penggunaan Bahasa yang Emosional

Tendensius seringkali menggunakan bahasa yang emosional atau dramatis untuk memengaruhi perasaan pembaca atau pemirsa.

4. Ketidakseimbangan Sumber

Tendensius dapat muncul ketika sumber-sumber yang digunakan hanya berasal dari satu pihak atau sudut pandang, tanpa memberikan kesempatan pada suara atau pandangan yang berbeda.

Contoh Tendensius dalam Media dan Informasi

Berikut beberapa contoh dari tendensius yang sering ditemukan dalam media dan informasi sehari-hari:

1. Judul Sensasional

Penggunaan judul yang berlebihan, dramatis, atau kontroversial untuk menarik perhatian pembaca tanpa mempertimbangkan ketepatan fakta atau keseluruhan konteks.

2. Pemilihan Foto Subjektif

Pemilihan foto atau gambar yang memberikan kesan atau pandangan tertentu, seringkali untuk meningkatkan emosi pembaca atau pemirsa.

3. Pengabaian Fakta yang Bertentangan

Tidak menyertakan fakta atau pendapat yang bertentangan dengan narasi yang diinginkan, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan dalam penyajian informasi.

4. Perbandingan yang Tidak Adil

Membandingkan satu pihak atau kelompok dengan pihak lain dalam cara yang tidak adil, misrepresentasi, atau mengabaikan data yang relevan.

5. Kutipan yang Tidak Lengkap

Mengutip pernyataan seseorang secara selektif, tanpa memberikan konteks lengkap dari pernyataan tersebut.

6. Opini yang Disamaratakan sebagai Fakta

Mengungkapkan opini atau pendapat sebagai fakta yang tidak dipertanyakan, tanpa memberikan ruang untuk perspektif lain.

7. Pengabaian pada Berita Positif

Fokus yang berlebihan pada berita negatif atau kontroversial dan mengabaikan berita positif atau prestasi yang relevan.

8. Penyajian Laporan yang Sensasional

Menyoroti aspek-aspek kontroversial atau dramatis dalam laporan, bahkan jika topiknya sebenarnya kurang kontroversial.

9. Menggunakan Kata-kata Berlebihan

Menggunakan kata-kata atau frasa yang berlebihan seperti “terburuk sepanjang masa,” atau “bencana besar” tanpa dasar yang kuat dan cenderung memojokan.

Antonim atau Lawan Kata Tendensius

Berikut ini merupakan antonim atau lawan kata kata dari tendensius yang memiliki makna yang bertentangan dengan istilah tendensius.

  • Objektif
  • Netral
  • Adil

Demikian penjelasan tentang arti dari tendensius, ciri-ciri, serta contohnya dalam dunia informasi. Semoga bermanfaat.

Bagikan:

Leave a Comment